Dua Cara Tingkatkan Ketahanan Pangan


JAKARTA - Sekitar 63 persen kebutuhan rakyat miskin di Indonesia adalah makanan dan sepertiganya adalah kebutuhan terhadap beras. Menurut data Bank Dunia, beras kini merupakan komoditas yang harganya tinggi, disertai dengan permintaan yang makin tinggi pula.

Menanggapi hal ini, Bappenas mengungkapkan dua hal yang harus dijalankan pada masa datang dalam usaha peningkatan kesejahtaraan rakyat miskin. Dua hal itu adalah dengan menjalankan program diversifikasi pangan dan penjangkauan ke rakyat miskin. Demikian disampaikan. Direktur dari Direktorat Masalah Kemiskinan (Directorate for Poverty Alleviation) Bappenas, Endah Murtiningtyas, dalam Seminar On Impact of High International Commodity Prices: Evidence, Challenges and Opportunities, kemarin.

Berbicara mengenai diversifikasi pangan, Endah mengatakan bahwa diversifikasi akan dibagi dalam tiga kategori, yaitu diversifikasi horisontal, vertikal, dan desentralisasi kebijakan pangan dan implementasinya. Intinya, peragaman pangan tidak hanya menyangkut masalah kualitas. "Yang harus ditingkatkan juga cara mengolahnya, jumlah karbohidrat yang terkandung dalam pangan tersebut, serta makanan pelengkapnya," kata Endah.

Tujuan akhir dari diversifikasi ini adalah meningkatnya ketahanan pangan yang berbasis sumber daya lokal.

Sementara itu, untuk program penjangkauan ke rakyat miskin, Bappenas akan melakukan identifikasi dan targetting data yang melibatkan pemerintah beserta komunitas lokal. Bersama-sama, mereka akan melakukan program ketahanan pangan yang lebih baik, dan mekanisme yang lebih baik.

"Kami merasa perlu mengidentifikasi dan melakukan targetting data agar kami bisa benar-benar mengikuti perkembangan kemajuan yang telah dicapai oleh target kami," kata Endah.

Mengenai data kemiskinan yang tidak pernah sama, Endah mengatakan bahwa data selalu mengalami exclusion dan inclusion error sehingga data yang ada tidak pernah sempurna dan selalu membutuhkan pembaruan atau update. Selain itu, masing-masing daerah memunyai standar kemiskinan yang berbeda-beda. Salah satu daerah yang selalu melakukan improvement data adalah Nusa Tenggara Barat. "Ada yang memang sudah miskin, ada juga yang baru miskin sehingga data yang ada memerlukan improvement," kata Endah.

0 komentar: